assalamu'alaikum....

Sabtu, 20 November 2010

PERANAN UANGDALAM KEBIJAKAN MONETER

BAB I
PENDAHULUAN
Dalam sebuah perekonomian islam, permintaan terhadap uang akan lahir terutama dari motif transaksi dan tindakan berjaga-jaga yang ditentukan pada umumnya oleh tingkatan pendapatan uang dan distribusinya. Mekanisme kebijakan moneter akan membantu mengatur penawaran uang seirama dengan permintaan rill terhadap uang, tetapi juga membatu memenuhi kebutuhan untuk membiayai defisit pemerintah yang benar-benar rill dan mencapai sasaran-sasaran sosioekonomi masyarakat.
Uang merupakan instrumen yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan ekonomi. Uang dan kebijakan moneter merupakan dua hal yang saing berhubungan. Karena dalam kebijakan moneter yang dibahas adalah mengenai jumlah uang yang beredar dan bagaimana uang itu bisa terus mengalir agar keadaan makro dapat berjalan dengan baik. Selain itu uang dalam perekonomian memberikan arti yang cukup penting, ketidakadilan dari alat ukur yang diakibatkan adanya instabilitas nilai tukar uang akan mengakibatkan perekonomian tidak berjalan pada titik keseimbangan.
Dalam peradaban manusia, uang telah memberi manfaat yang besar. Bedasarkan fungsi-fungsinya sebagai alat transaksi, satuan hitung, dan penyimpanan nilai, uang memberi manfaat bagi manusia dalam mengatasi kesulitan untuk melakukan berbagai kegiatan ekonomi, seperti perdagangan, investasi, konsumsi, dan menabung. Manfaat uang tersebut menyebabkan perintaan masyarakat akan uang dilatar belakangi oleh motif yang berbeda-beda, antara lain untuk keperluan transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi.
Dilihat dari sisi penawaran, ada dua hal yang menentukan jumlah penawaran uang, yaitu uang primer (yang merupakan kewajiban otoritas moneter) dan pelipatgandanya (multiplier). Besar kecilnya uang jumlah uang primer ditentukan oleh beberapa factor dan sebagian dai factor tersebut dapat dikuasai atau dikontrol oleh otoritas moneter.
BAB II
POKOK BAHASAN
A. UANG DALAM KONSEP EKONOMI KONVENSIONAL
1. Uang dan Perekonomian Konvensional
a.Teori Moneter (Permintaan Uang) Klasik
b. Teori Keynes
2. Konsep Time Value of Money

B. UANG DALAM KONSEP EKONOMI ISLAM
1. Konsep uang dalam islam
2. Pemikiran ekonomi islam terhadap uang
a) Uang menurut Al-Ghazali
b) Uang menurut al-Maqrizi

C. FUNGSI UANG

D. MEKANISME TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER
1. Jalur Biaya Modal
2. Jalur Kekayaan
3. Jalur Harga Relatip (Teori Portopolio)
4. Jalur Langsung (Teori Monetaris)







BAB III
PEMBAHASAN

A. UANG DALAM KONSEP EKONOMI KONVENSIONAL
1. Uang dan Perekonomian Konvensional
Hadirnya uang dalam system perekonomian akan mempengaruhi perekonomian suatu Negara, yang biasanya berkaitan dengan kebijakan-kebijakan moneter. Pada umumnya analisis ekonomi suatu Negara ditentukan oleh analisis atas ukuran uang yang beredar. Samuelson mengatakan bahwa banyak ekonom percaya bahwa perubahan jumlah uang beredar dalam jangka panjang terutama akan menghasilkan tingkat harga, sedangkan dampaknya terhadap output real, adalah sedikit atau bahkan tidak ada.
Dengan kata lain, ekspansi moneter akan menurunkan tingkat bunga pasar. Hal ini akan meningkatkan pengeluaran untuuk investasi usaha rill yang sangat sensitive terhadap perubahan tingkat bunga. Melalui mekanisme pengganda (multiplier) permintaan agregat akan meningkat, yang akan menyebabkan naiknya output dan harga da atas tingkat yang tidak dicapai dalam situasi normal.
Ada beberapa teori yang apat digunakan untuk menjelaskan perilaku uang dalam ekonomi. Diantaranya adalah: (a) teori moneter klasik; (2) teori Keynes.

a) Teori Moneter (Permintaan Uang) Klasik
Teori permintaan uang klasik tercermin dalam teori kuantitas uang. Irving Fisher merumuskan teori kuantitas uang dengan mendasarkan diri pada falsafah hokum Say, bahwa ekonomi akan selalu berada dalam keadaan full employment. Secara sederhana, Irving Fisher merumuskan teorinya dengan persaman sebagai berikut : MV=PT
Dimana jumlah uang beredar (M) dikalikan dengantingkat perputaran uang atau income velocity (V) sama dengan jumlah output atau transaksi rill (T) dikalikan dengan tingkat harga barang dan jasa (P). Teori kuntitas uang ini menekannkan bahwa permintaan uang oleh masyarakat semata-mata adalah untuk keperluan transaksi. Dalam perkembangannya, pendekatan ini diperbaharui oleh Keynes, yang menyatakan bahwa motif permintaan masyarakat akan uang adalah untuk keperluan transaksi, baerjaga-jaga, dan spekulasi. Keberadaan uang ataupun pemintaan uang tidak dipengaruhi oleh suku bunga, akan tetapi besar kecilnya uangakan ditentukan oleh kecepatan perputaran uang tersebut.

b). Teori Keynes
Menurut Keynes, seseorang mengatur uang atau asetnya dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu:
1. Money demand for transaction;
2. Money demand for precautionary;
3. Money demand for speculation
Menurut Keynes, money demand for transaction dientukan oleh tingkat pendapatan; money demand for precautionary ditentukan oleh tingkat pendapatan, dan money demand for speculation ditentukan oleh tingkat matematis. Permintaan uang untuk transaksi merupakan permintaan uang yang timbul karena adanya kebutuhan untuk membayar transakasi. Dalam hal ini fungsi uang sebagai alat pembayaran. Permintaan uang untuk berjaga-jaga ditujukan untuk memenuhi kemingkinanan-kemungkinan yang tidak terduga; sementara permintaan uang untuk spekulasi, diakibatkan karena kebutuhan untuk memenuhi kemungkinan yang tak terduga, motif ini lebih bersifat untuk mendapatkan keuntungan. Permintaan uang untuk motif ini didasarkan pada dua alas an: (1) karena tingkat suku bunga tinggi, (2) tingkat suku bunga normal.



2. Konsep Time Value of Money
Dalam teori ekonoi konvensional uang dipandang sebagai sesuatu yang sangat berharga dan dapat berkembang dalam suatu waktu tertentu. Anggapan demikian melahirkan konsep time value of money. Time value of money adalah nilai waktu dari uang yang bias bertambah dan berkurang sebagai akibat perjalanan waktu. Dengan memegang uang orang dihadapkan pada resiko menurunnya daya beli dari kekayaan sebagai akibat dari inflasi. Sedangkan dengan memilih menyimpan uang dalam bentuk surat berharga, pemilik akan memperoleh bungan yang diperkirakan di atas inflasi yang terjadi. Dengan demikian, nilai uang saat sekarang nilai sutitusinya terhdap barang akan lebih tinggi disbanding nilainya dimasa yang akan dating.

B. UANG DALAM KONSEP EKONOMI ISLAM

1. Konsep uang dalam islam
Konsep uang dalam ekonomi islam berbeda dengan konsep uang dalam ekonomi konvensional. Perbedaan itu jelas terlihat pada konsep uang bukan berupa modal (capital) menurut ekonomi islam. Sedangkan menurut ekonomi konvensional uang adalah modal (capital). Perbedaan lainnya adalah mengenai flow concept dan stock concept. Menurut ekonomi islam uang bersifat flow concept, sedangkan dalam ekonomi konvensional ada 2 pendapat. Pendapat pertama menurut fisher, mengatakan uang bersifat flow concept. Dan pendapat kedua menurut mishikin mengaakan uang bersifat stock concept.
Yang dimaksud dengan flow concept adalah bahwa uang seharusnya berputar sepanjang waktu agar perekonomian menjadi sehat atau sederhananya uang harus dikeluarkan ke sektor rill agar bisa dimanfaatkan lebih optimal sehingga bisa mendapatkan income dan terciptanya perekomian yang sehat. Sedangkan stock concept maksudnya adalah uang hanya dimiliki oleh seseorang dan disimpan tanpa disalurkan ke sektor riil. Hal inilah yang akan memperburuk perekonomian.
Dalam ekonomi islam, capital adalah private goods, sedangkan uang adalah public goods. Uang ketika mengalir adalah pubic goods (flow concept). Lalu mengendap ke dalam kepemilikan seseorang (stock concept), uang tersebut menjadi milik pribadi (private concept). Untuk dapat lebih jelasnya perbedaan konsep uang dalam ekonomi islam dan ekonomi konvensional, adalah:
Konsep islam:
• Uang tidak identik dengan modal
• Uang adalah public goods
• Modal adalah private goods
• Uang adalah flow concept
• Modal adalah stock concept
Konsep konvensional:
• Uang sering didentikkan dengan modal
• Uang (modal) adalah private goods
• Uang (modal) adalah flow concept menurut fisher
• Uang (modal) adalah stock concept
2. Pemikiran ekonomi islam terhadap uang
a). Uang menurut Al-Ghazali
Pendapat Al-Ghazali mengenai uang antara lain:
1) Dalam ekonomi barter uang dibutuhkan sebagai nilai suatu barang.
2) Uang ibarat cermin yang tidak mempunyai warna namun dapat merefleksikan warna. Uang tidak mempunyai harga namun dapat merefleksikan harga.
3) Merujuk pada Al-Qur’an, Al-Ghazali mengecam orang yang menimbun uang yang dikatakan sebagai penjahat.





b). Uang menurut al-Maqrizi
Spesialisasi beliau adalah uang dan inflasi. Al-Maqizi menggambil spesialisasi uang dan inflasi karena adanya penyimpangan nilai islam pada zaman setelah Rasullulah wafat. Penyimpangan itu terjadi pada empat hal, yaitu:
1) Anggaran deficit
2) Mata uang dinar dirham pada zaman Rasulullah
3) Riba
4) Gaya hidup
Menurut Al-Mqrizi inflasi dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Inflasi Alamiah ,Inflasi ini terjadi dengan sendirinya bukan berasal darikesalahan manusia dan manusia tidak mempunyai kendali unuk mencegahnya.
2. Inflasi akibat kesalahan manusia
• Korupsi dan administrasi yang buruk
• Pasajak berlebih yang memberatkan petani
• Jumlah fulus yang berlebihan

C. FUNGSI UANG

Dalam kepustakaan teori moneter uang dikenal mempunyai 4 fungsi, 2 diantaranya merupakan fungsi yang sangat mendasar sedangkan 2 lainnya adalah fungsi tambahan. Dua fungsi dasar tersebut adalah peran uang sebagi :
a. Alat Tukar (means of exchange)
b. Alat penyimpan nilai/ daya beli (store of value)
Sebagai alat tukar, uang sangat menentukan kegiatan perekonomian. Peran uang sebagi alat tukar mensyaratkan bahwa uang tersebut harus diterima oleh masyarakat sebagi alat pembayaran. Fungsi dasar yang kedua dari uang, yaitu sebagai alat penyimpan daya beli (nilai), terkait dengan sifat manusia sebagai pengumpul kekayaan. Syarat untuk ini adalah bahwa uang harus bias menyimpan daya beli atau “nilai”. Apabila tidak, maka daya tarik uang sebagi penyimpan kekayaan juga berkurang.
Perlu disebutkan bahwa peran uang sebagi alat tukar pun sebenarnya mensyaratkan bahwa uang bisa meniympan daya beli, setidak-tidaknya sampai uang tersebut digunakan oleh pemegangnya untuk membeli barang. Apabila tidak, maka peran uang sebagi sebagi alat tukar pun merosot, sebab kemudian ada orang-orang yang mulai tidak mau menerima uang sebagi alat pembayaran. Jadi dari segi ini fungsi uang sebagi store of value bersifat lebih fundamental dari pada fungsinya sebagai means of exchange.
Namun di lain pihak , fungsi sebagai means of exchange bias juga dikatakan lebih fundamental karena ini adalah satu-satunya fungsi yang hanya bias dipenuhi oleh uang, sedangkan fungsi store of value bisa dipenuhi oleh barang-barang lain. Kedua fungsi inilah yang melandasi teori-teori moneter yang sampai sekarang ada.
Dua fungsi uang lainnya adalah sebagai :
c. Satuan hitung (unit of account)
d. Ukuran untuk pembayaran masa depan (standard for deferred payments).

D. MEKANISME TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER
Suatu kebijakan moneter menyentuh sector rill merupakan suatu proses yang kompleks Karena uang berkaitan erat dengan hampir seluruh aspek kehidupan perkonomian. Proses ini lazimnya disebut sebagai mekanisme transmisi kebijakan moneter. Pengaruh tindakan otoritas moneter terhadap aktivitas perekonomian ini terjadi melalui berbagi saluran atau chanels, yaitu saluran uang, saluran suku bunga, saluran kredit, saluran nilai tukar, saluran harga asset, dan saluran ekspektasi.
Di bidang keuangan, kebijakan moneter berpengaruh terhadap perkembangan suku bunga, nilai tukar, dan harga saham di samping volume dana masyarakat yang disimpan di bank, dan penanaman dana pada obligasi dan saham. Dalam suatu perekonomian yang masih tradisional dan sifatnya tertutup dengan perbankan sebagai satu-satunya lembaga keuangan, hubungan antara uang beredar dengan aktivitas ekonomi rill masih relative erat.
Akan tetapi, sejalan dengan berkembangnya perekonomian suatu Negara dan semakin majunya sektor keuangan, keterkaitan uang beredar dengan sector rill memjadi semakin merenggang. Pola hubungan variable-variabel ekonomi dan keuangan yang berubah dan semakin tidak eratnya tersebut akan berpengaruh pada lamanya tenggang waktu mekanisme transmisi kebijakan moneter.
Diantara para pemikir ekonomi, terdapat beberapa perbedaan berkenaan dengan besarnya pengaruh uang terhadap perekonomian (yakni besarnya angka pelipat uang) serta bagimana jalur pengaruh (mekanisme transmisi) perubahan jumlah uang terhadap perekonomian. Ada beberapa jalur yang mempengaruhi jumlah uang dalam kegiatan ekonomi:

1. Jalur Biaya Modal
Dalam ekonomi Keynes, tingkat bunga merupakan penghubung utama antara sector moneter dan sector rill. Jumlah uang akan mempengaruhi tingkat bunga, perubahan tingkat bunga akan mempengaruhi investasi atau bahkan konsumsi. Investasi merupakan bagian dari pengeluaran modal (agragate expenditure). Perubahan dalam pengeluaran total akan mempunyai efek ganda terhadap keseimbangan pendapatan nasional. Dengan demikian tingkat bunga yang merupakn biaya modal dapat dipandang sebagai indikator pengaruh kebijaksanaan moneter/sector moneter terhadap keseimbangan pendapatan (sector rill).

2. Jalur Kekayaan
Pengaruh perubahan jumlah uang terhadap pendapatan nasional dapat juga melalui jalur kekayaan. Pengertian kekayaan biasanya meliputi :
• Kekayaan yang berupa barang phisik (rumah, tanah, dsb)
• Surat berharga
• Uang tunai
Hubungan antara kekayaan dengan pengeluaran total (dalam hal ini konsumsi) telah dijelaskan oleh Pigou yaitu perubahan nilai uang kertas rill (real cash balance) baik disebabkan oleh karena turunnya harga (dengan jumlah uang tetap) atau pun naiknya jumlah uang (dengan harga tetap) akan mempengaruhi tingkat konsumsi. Dengan perubahan pengeluaran total maka keseimbangan pendapatan akan berubah. Dengan demikian kebijaksanaan moneter akan mempengaruhi jumlah uang.

3. Jalur Harga Relatip (Teori Portopolio)
Perubahan harga relatip merupakan konsekuensi dari proses penyesuaian susunan portofolio seseorang. Misalnya, penambahan jumlah uang sebagi akibat dari kebijaksanaan moneter membeli surat berharga oleh bank sentral, akan menyebabkan individu kelebihan uang kas dalam portofolionya. Individu akan menukarkan kelebihan uang kas ini dengan bentuk kekayaan yang lain. Jadi jelas bahwa kenaikan jumlah uang akan menaikan pendapatan.

4. Jalur Langsung (Teori Monetaris)
Menurut teori ini pengaruh kebijaksanan moneter terhadap GNP secara langsung. Kebijaksanaan moneter (membeli surat berharga) maka jumlah uang akan naik, pengeluaran total menjadi naik dan GNP ikut naik juga.








BABA IV
KESIMPULAN

Uang merupakan instrumen yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan ekonomi. Uang dan kebijakan moneter merupakan dua hal yang saing berhubungan. Karena dalam kebijakan moneter yang dibahas adalah mengenai jumlah uang yang beredar dan bagaimana uang itu bisa terus mengalir agar keadaan makro dapat berjalan dengan baik.
Bedasarkan fungsi-fungsinya sebagai alat transaksi, satuan hitung, dan penyimpanan nilai, uang memberi manfaat bagi manusia dalam mengatasi kesulitan untuk melakukan berbagai kegiatan ekonomi, seperti perdagangan, investasi, konsumsi, dan menabung. Manfaat uang tersebut menyebabkan perintaan masyarakat akan uang dilatar belakangi oleh motif yang berbeda-beda, antara lain untuk keperluan transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi.
Konsep uang dalam ekonomi islam berbeda dengan konsep uang dalam ekonomi konvensional. Perbedaan itu jelas terlihat pada konsep uang bukan berupa modal (capital) menurut ekonomi islam. Sedangkan menurut ekonomi konvensional uang adalah modal (capital). Perbedaan lainnya adalah mengenai flow concept dan stock concept.













DAFTAR PUSTAKA

-- Chapra, Dr.M. Umer 2000. SYSTEM MONETER ISLAM.Jakarta : Gema Insani Pers--
--Boediono2005. EKONOMI MONETER Edisi3. Yogyakarta : Bpfe-Yogyakarta--
---Pohan,Aulia.(2008). KERANGKA KEBIJAKAN MONETER & IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada---
----Nopridin, Ph.D.20002 EKONOMI MONETER.Yogyakarta: BPFE----
--Drs. Muhammad, M.Ag.2002.KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL DALAM EKONOMI ISLAM.Jakarta: PT Salemba Emban Patria---

1 komentar:

bintang